“Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi
dialah lading hati, yang kautaburi dengan kasih,
dan kaupanen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan penghangatmu,
Karena engkau menghampirinya saat lapar
dan saat butuh kedamaian.
Apabila dia bicara mengungkapkan pikitrannya,
engkau tiada takut membisikkan kata ‘tidak’ di kalbumu sendiri.
kau juga tiada menyembunyikan kata ‘ya’.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, dalam
jangkauan misterinya.
bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan,
Hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
Biarlah dia mengenal musin pasangmu.”
(Sang Nabi-Kahlil Gibran)
“Pakaian menyembunyikan banyak keindahan,
namun tidak mampu menutupi keburukan.
Dan walaupun dalam bersandang
engkau mencari kebebasan untuk melindungi diri,
engkau mungkin akan medapatkan belenggu
ketopong serta rantai besi.
Janganlah engkau lupa,
bahwa kesantunan insane adalah parisai penolak pandangan
dari pamandangan yang tidak suci telah tiada lagi,
Maka apakah rasa malu, selain dari sebuah noda
pencemaran budi?
Dan jangan lupakan,
bahwa bumi senang marasakan telapak kakimu yang berjalan tanpa alas.
Serta anginpun selalu rindu,,..
bermain dengan rambutmu.”
(Sang Nabi-Kahlil Gibran)
dialah lading hati, yang kautaburi dengan kasih,
dan kaupanen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan penghangatmu,
Karena engkau menghampirinya saat lapar
dan saat butuh kedamaian.
Apabila dia bicara mengungkapkan pikitrannya,
engkau tiada takut membisikkan kata ‘tidak’ di kalbumu sendiri.
kau juga tiada menyembunyikan kata ‘ya’.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, dalam
jangkauan misterinya.
bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan,
Hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
Biarlah dia mengenal musin pasangmu.”
(Sang Nabi-Kahlil Gibran)
“Pakaian menyembunyikan banyak keindahan,
namun tidak mampu menutupi keburukan.
Dan walaupun dalam bersandang
engkau mencari kebebasan untuk melindungi diri,
engkau mungkin akan medapatkan belenggu
ketopong serta rantai besi.
Janganlah engkau lupa,
bahwa kesantunan insane adalah parisai penolak pandangan
dari pamandangan yang tidak suci telah tiada lagi,
Maka apakah rasa malu, selain dari sebuah noda
pencemaran budi?
Dan jangan lupakan,
bahwa bumi senang marasakan telapak kakimu yang berjalan tanpa alas.
Serta anginpun selalu rindu,,..
bermain dengan rambutmu.”
(Sang Nabi-Kahlil Gibran)



0 komentar:
Posting Komentar